Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif
adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman lain. ASI Eksklusif diberikan
sampai 6 bulan pertama kehidupan. Manfaat dari pemberian ASI eksklusif bagi bayi merupakan makanan yang kandungan
gizinya paling lengkap dan sesuai dengan apa yang dibutuhan oleh bayi. ASI eksklusif
juga mampu melindungi bayi dari berbagai infeksi, memberi hubungan intim
terhadap ibu yang berupa kasih sayang yang mampu mendukung semua aspek bagi perkembangan
bayi, termasuk kesehatan hingga kecerdasan bayi. Bagi ibu. Selain itu, ASI eksklusif
juga dapat membantu mengurangi bahkan menghindarkan pendarahan pasca persalinan,
membantu menunda kesuburan, serta dapat membantu meringankan beban perekonomian,
karena sang keluarga tidak lagi membeli susu formula untuk bayi mereka... bukan
begitu pemirsa…???
Banyak
keuntungan yang dapat diperoleh terutama untuk kesehatan dan perkembangan bayi
ketika ia tetap diberi ASI sampai bayi berusia 6 bulan. Sebagian besar wanita
di Inggris berkeinginan untuk menyusui bayinya dan sudah banyak memulainya,
namun setelah 2 minggu pertama jumlah wanita yang menyusui menurun dengan
cepat. Alasan mereka tidak melanjutkan menyusui adalah karena nyeri,
pembengkakan payudara dan puting yang luka. Serta merasa cemas jika jumlah
ASI mereka tidak mencukupi. Jika nyeri payudara bukan menjadi penyebab wanita
menghentikan pemberian ASI, mungkin ketidaknyamanan yang menyebabkan dan dapat
berlangsung selama beberapa minggu.
Menyusui juga merupakan pilihan yang tepat dan juga sangat sehat
bagi bayi. Untuk itu, sang ibu juga harus tetap berusaha dan menjaga agar tetap
mampu untuk meningkatkan produksi ASI untuk menghindari bayi stres jika
kehabisan ASI dari ibu. Bukan hanya itu, kehabisan ASI juga dapat mengakibatkan
penyakit dan kelelahan bagi ibu yang bisa berdampak negatif terhadap produksi
ASI saat menyusui. Cara untuk meningkatkan produksi ASI :
1. Biasakan menyusui bayi enam kali tiap hari atau sesering mungkin
agar bayi mendapatkan ASI dengan baik, menyusui bayi sesering mungkin akan
membuat tubuh ibu mampu memproduksi ASI yang lebih banyak lagi.
2. Menyusui dengan kedua payudara, disarankan menyusui bayi pada
payudara pertama selama mungkin sampai bayi berhenti menghisap setelah itu bru
tawarkan lah payudara kedua. Bibir bayi harus berada di bagian areola payudara
dan juga diluar putting.
3. Antara waktu menyusui gunakan pompa payudara. Meningkatkan stimulasi
dan produksi ASI bisa dengan cara memompa payudara 5-10 menit ketika bayi tidur
atau baru saja selesai makan.
4. Menjaga pola makan yang bergizi supaya nutrisi ibu terpenuhi. Kebutuhan
kalori ibu dalam satu hari di atas 2000 kalori, atau diet pra-kehamilan diatas
300-500 kalori, dan dapat juga dengan mengonsumsi vitamin kehamilan atau
vitamin ibu menyusui.
5. Minum yang cukup minimal 3 liter air perhari, terdengar banyak
tapi pada saat menyusui ibu selalu merasa haus. Jika ibu mengonsumsi air yang cukup
produksi ASI akan meningkat.
6. Cara yang paling baik untuk meningkatkan produksi ASI dengan cara
mengonsumsi suplemen herbal.
7. Konsultasilah kepada dokter apabila ibu telah mencoba semua cara
tapi produksi ASI belum juga normal, tanyakan kepada dokter apakah ada resep
yang tersedia untuk meningkatkan produksi ASI.
8. Menyusui bayi lebih sering paling sedikit 8 kali dalam 24 jam,
tiap-tiap payudara 10-15 menit.
9. Gunakan kedua payudara secara bergantian agar merangsang
produksi ASI dan bayi mendapatkan ASI
10.
Susui bayi secara langsung
tidak boleh menggunakan botol dot atau empongan karena menggunakan botol dot
atau empongan karena dapat menghasilkan produksi ASI yang berbeda.
Referensi:
Henderson, 2011. Buku Ajar
Konsep Kebidanan, Jakarta: Buku kedokteran EGC.
Roesli, U., 2013. Panduan
Konseling Menyusui. Jakarta: Pustaka Bunda.